Sidoarjo, 19 Oktober 2024 – Andika Eka, seorang siswa kelas XI B2 di SMA Muhammadiyah 3 Tulangan, Sidoarjo, tengah mencuri perhatian dengan bakatnya di dunia sepak bola. Pemuda berusia 18 tahun ini lahir di Telasih, Tulangan, pada 25 Mei 2007. Sejak kecil, ia menunjukkan minat besar terhadap sepak bola, yang kemudian mengantarkannya pada sederet prestasi baik di tingkat lokal hingga nasional.
Dalam sebuah wawancara yang dilakukan di sekolahnya pada Kamis (17/10/2024), Andika menceritakan perjalanan panjangnya dalam menggeluti sepak bola. Meski dihadapkan pada berbagai hambatan seperti cedera, keterbatasan finansial, hingga tantangan di sekolah, ia tetap gigih mengejar mimpinya untuk menjadi pemain sepak bola profesional.
Bakat Andika di dunia sepak bola mulai terasah sejak kelas 1 SD, ketika ia diajak oleh pamannya yang merupakan mantan pemain Persebaya untuk bermain di lapangan. Dukungan keluarga, terutama dari sang paman, mendorong Andika untuk terus berlatih dan bergabung dengan Sekolah Sepak Bola (SSB). "Sejak saat itu, saya semakin sering berlatih dan mengikuti berbagai turnamen," ujar Andika yang baru pulih dari cedera lutut.
Dedikasinya pada sepak bola semakin terlihat ketika ia memutuskan untuk pindah ke Malang pada kelas 6 SD dan bergabung dengan Arema Akademi. Meski menghadapi kritik dari beberapa gurunya, Andika terus berjuang hingga akhirnya meraih penghargaan sebagai pemain terbaik di Sidoarjo dan diterima di SMP favorit.
Setelah lulus SMP, Andika semakin serius dalam menekuni karir sepak bola. Ia sempat pindah ke Mojokerto dan bermain dalam turnamen mewakili Jawa Timur di Jakarta, di mana timnya meraih posisi kedua. Namun, pandemi COVID-19 yang melanda memaksa dunia sepak bola berhenti sementara. Meskipun begitu, Andika berhasil lolos seleksi di Bhayangkara Elite Football Academy (EFA) dan Persis Solo.
Perjalanan karirnya di Persis Solo sempat terhenti akibat masalah finansial, memaksanya untuk kembali ke Sidoarjo dan bergabung dengan Deltras Akademi. Cedera lutut yang dialaminya saat kelas XI SMA membuat Andika harus absen sementara dari lapangan hijau.
Kini, setelah pulih dari cederanya, Andika masih menimbang masa depan kariernya. Di satu sisi, ia tetap mencintai sepak bola, namun di sisi lain, ia mulai mempertimbangkan untuk mengejar bidang lain, termasuk bisnis. "Orang tua saya mendorong saya untuk kuliah, dan saya masih mempertimbangkan apakah akan mengambil jurusan olahraga atau manajemen bisnis," ungkapnya.
Waka Kesiswaan SMA Muhammadiyah 3 Tulangan, Delta Surya Ni Wahyu, mengungkapkan apresiasinya terhadap prestasi non-akademik Andika. Ia menegaskan bahwa pihak sekolah selalu mendukung penuh siswa berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. "Kami akan selalu mendukung dengan syarat ada konfirmasi resmi dari pihak terkait. Insya Allah pasti kami beri izin," ujar Delta.
Dengan bakat yang dimilikinya dan dukungan dari lingkungan sekitarnya, Andika Eka memiliki potensi besar untuk terus melangkah maju, baik di dunia sepak bola maupun bidang lainnya.
Jurnalis : Zulkifli
Editor : suconet
0 Comments