Breaking News

Pelantikan Ketua STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh dan Buka Puasa Bersama: Sinergi Menuju Kampus Berkemajuan



PORTALBUANA.ASIA, SUNGAI PENUH. STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh resmi melantik ketua dan wakil ketua baru dalam sebuah acara yang berlangsung di Gedung Nasional Kota Sungai Penuh, Sabtu (22/3). Acara ini juga dirangkai dengan buka puasa bersama keluarga besar STKIP Muhammadiyah dengan mengusung tema “Bersinergi dan Melangkah Bersama Menyambut Kampus Masa Depan yang Berkemajuan.” Sabtu 22/3/2025

Pelantikan ini dihadiri oleh Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, perwakilan Bupati Kerinci, Asisten I, serta Pimpinan Pusat Majelis Dilitilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc. Selain itu, turut hadir Sekda Kota Sungai Penuh, unsur Forkopimda, para dosen, dan tamu undangan lainnya.


Pada kesempatan tersebut, dibacakan Surat Keputusan Pimpinan Muhammadiyah tentang pengangkatan Dr. Mahli Zainuddin Tago, M.Si. sebagai Ketua STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh periode 2022–2026, sebagai pengganti antar waktu. SK ini ditetapkan pada 25 Januari 2025 di Yogyakarta. Prosesi pembacaan sumpah jabatan serta penandatanganan SK dilakukan di hadapan Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., dan disaksikan langsung oleh Wali Kota Sungai Penuh.

Selain pelantikan ketua, acara ini juga menjadi momen pengukuhan dua wakil ketua STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh, yakni Dr. Harya Toni, M.A., dan Dr. Drs. Alwis, M.Pd.I.

Dalam sambutannya, Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, menyampaikan harapannya agar kepemimpinan baru ini membawa kemajuan bagi dunia pendidikan di kota tersebut.

"Selamat kepada Ketua dan Wakil Ketua STKIP Muhammadiyah yang baru dilantik. Semoga dapat melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berkarakter. Kami mendukung terbentuknya Universitas Muhammadiyah di Kota Sungai Penuh-Kerinci yang akan menambah warna baru dalam dunia pendidikan di daerah ini," ujarnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., menekankan pentingnya perbaikan tata kelola di STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh agar semakin profesional dan berkembang.

"Tata kelola harus kita benahi. Muhammadiyah adalah milik persyarikatan, bukan milik pribadi," tegasnya.

Sebagai penutup, acara ini juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama untuk memperkuat sinergi dalam membangun kampus yang lebih maju dan berdaya saing.

0 Comments

© Copyright 2022 - PORTAL BUANA ASIA